Loading...

Mengidentifikasi Dan Mengabstraksi Teks Cerpen

Mengidentifikasi dan mengabstraksi teks cerpen akan dijelaskan secara lengkap pada materi pelajaran Bahasa Indonesia dibawah ini. Adapun sub pembahasan tentang teks cerpen ini, akan mengulas pengertian/definisi identifikasi, bagaimana cara mengidentifikasi teks cerpen dan bagaimana cara mengabstraksi teks cerpen serta contoh teks cerpen dengan judul "Yang Dinanti".

Mengidentifikasi teks cerpen

Pengertian identifikasi
Identifikasi adalah proses pemeriksaan identitas, ciri-ciri, bukti, atau tanda kenal seseorang atau benda. Sehingga definisi mengidentifikasi adalah memeriksa identitas atau ciri-cirinya. Sebagai contoh mengidentifikasi adalah seperti, untuk memperkenalkan seseorang, anda dapat menyebutkan ciri-ciri fisiknya, yakni seperti bentuk rambut, bentuk muka, bentuk badan, warna kulit, dan sebagainya.

Didalam pembahasan mengenai mengidentifikasi dan mengabstraksi teks cerpen ini, anda akan mempelajari bagaimana mengidentifikasi penokohan, alur dan latar pada cerpen. Perhatikan kutipan cerpen berikut dibawah ini.
Mengidentifikasi Dan Mengabstraksi Teks Cerpen

Yang Dinanti
Sudah enam kali matahari terbenam dibalik bukit sejak suaminya pergi. Tiga hari yang lalu, seharusnya sudah tampak oleh laki-laki itu menuruni jalan setapak kaki bukit, tetapi sampai hari ini belum tampak juga dan sebentar lagi akan ketujuh kalinya matahari menghilang di sana.

Pikirannya makin tidak enak kalau mengingat soal itu. Ia memang sudah keberatan ketika suaminya di panggil orang dari kampong sawah untuk mengobati pak Murad. Sebagai mantra kesehatan, di sekitar itu memang tidak ada dokter, suaminya sering dimintai pertolongan. Namun, ia tahu betul bahwa Pak Murad adalah ayah murni. Ia tahu betul bahwa murni, sekarang menjanda karena suaminya meninggal dunia dan suaminya saling mencintai ketika bujang dan gadis. Mereka tidak dapat melaksanakan niat hatinya karena murni dipaksa kawin.

Api lama mungkin saja marak. Belum pernah suaminya mengobati orang sampai lama-lama begitu. Atau kah hati murni yang minta di obati ?

“Tidak, hal ini tidak dapat di biarkan,” pikirnya. “lihatlah apa tindakan ku kalau kau pulang…”

Hatinya panas. Rasa cemburunya bangkit. Suatu kewajaran sebagai perempuan dan sebagai istri jika diamuk rasa seperti itu.

Cemburu dan marah yang hebat menyebabkan ia tidak menyadari laki-laki yang dinantinya sudah berdiri di depan pintu. Baru ketika didengar namanya dipanggil, ia melihat suaminya bersandar disitu. Tubuhnya tampak lesu. Pakaian lusuh dengan bekas-bekas darah. Muka dan tangannya penuh bekas luka.

“Kenapa, pak?” tanyanya dengan penuh kecemasan. Lenyaplah marah dan cemburunya melihat keadaan suami seperti itu.

“Aku terseret arus banjir yang datang tiba-tiba ketika menyebrang sungai” jawab suaminya dengan suara pelan sambil terus duduk.

Perempuan itu termangu. Ia sering mendengar banjir yang datang mendadak. Karena hujan di hulu. Sudah beberapa kali, kali yang cukup besar meminta korbannya, dalam keadaan begitu. Ia merasa syukur suaminya masih bisa pulang dengan selamat meskipun luka-luka.
“Aku hanyut, pingsan, dan terseret jauh ke hilir. Berhari-hari aku berbaring di rumah penolongku dengan pikiran cemas”.
1. Mengidentifikasi penokohan
Penokohan adalah penciptaan citra tokoh dalam sebuah cerita. Penokohan berkaitan dengan perwatakan atau karakterisasi, yaitu cara pengarang mendeskripsikan tokoh-tokohnya. Pengarang dapat dideskripsikan berwatak baik, jahat, pemberani, pemarah, penakut, atau yang lain.

Deskripsi watak-watak tersebut dapat dilakukan melalui penjelasan langsung oleh pengarang, melalui tanggapan tokoh, melalui pikiran tokoh, dan sebagainya. Ada beberapa cara untuk mengetahui watak seorang tokoh, yaitu dengan mengidentifikasi penampilan fisik, cara menghadapi masalah, cara berbicara, cara berfikir, cara bertingkah laku, dan lain-lain.

Setelah mengidentifikasi penokohan penggalan cerpen diatas, dapat diketahui bahwa tokoh istri memiliki watak cemburu yang berlebihan. Watak tersebut di deskripsikan pengarang melalui pikiran tokoh istri sendiri. Untuk lebih tepatnya, coba perhatikan pada kalimat
"pikirannya makin tidak enak kalau mengingat soal itu". (paragraf 4)
"dan tidak. Hal ini tidak dapat di biarkan, pikirnya". (paragraf 5)
2. Mengidentifikasi alur
Alur disebut juga plot atau jalan cerita adalah rangkaian peristiwa atau kejadian dan atau urutan bagian-bagian dalam keseluruhan cerita. Garis besar alur dapat dibagi menjadi bagian pendahuluan, bagian perkembangan, dan bagian akhir.

a. Bagian pendahuluan
Pada bagian pendahuluan (eksposisi), cerita di awali dengan perkenalan latar dan tokoh cerita berikut karakternya. Setelah itu, pengarang memunculkan masalah sebagai penyebab ketegangan atau (intrik).

b. Bagian perkembangan
Pada bagian perkembangan, masalah kecil tadi berkembang makin kompleks dan serius (komplikasi). Masalah yang sudah kompleks tadi makin memuncak, kemudian terjadilah puncak konflik (klimaks).

c. Bagian akhir
Pada bagian akhir, terjadi penurunan cerita yang ditandai dengan berkurangnya intensitas konflik (antiklimaks). Setelah itu, ditemukan penyelesaian (resolusi) yang ditandai dengan adaya solusi-solusi untuk menyelesaikan konflik.

Rangkaian alur pada penggalan cerpen diatas dapat di deskripsikan sebagai berikut :
1. Eksposisi
Istri yang menanti suami di rumah. (paragraf 1)
2. Intrik
Istri dibayangi kecurigaan. (paragraf 2)
3. Komplikasi
Istri mencurigai murni yang minta diobati. (paragraf 3-4)
4. Klimaks
a. Istri dibakar cemburu kepada murni. ( paragraf 5)
b. Suami pulang dalam keadaan lemah dan luka. (paragraph 6)
5. Antiklimaks
Lenyaplah rasa cemburu istri ketika melihat keadaan suami. (paragraph 7)
6. Resolusi
a. Suami menjelaskan mengapa terlambat pulang. (paragraph 9)
b. Suami menjelaskan pendeitaannya ketika terkena musibah. (paragraph 10)
3. Mengidentifikasi latar
Latar adalah segala keterangan yang berhubungan dengan waktu, tempat dan suasana yang tergambar ketika cerita atau peristiwa berlangsung. Waktu adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan saat cerita berlangsung yaitu seperti siang, malam, pagi atau yang lainnya.

Tempat adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan lokasi bercerita itu terjadi yaitu seperti di rumah, di sekolah, jalan raya, atau tempat lainnya. Suasana adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan unsur psikologis ketika cerita berlangsung, yaitu seperti tegang, menyenangkan, sedih, kecewa, atau perasaan yang lainnya. Latar memberikan kesan lebih pada cerita. Artinya, dengan peran latar cerita akan lebih hidup dan lebih berunsur psikologi.

Mengidentifikasi latar pada cerpen yang berjudul Yang Dinanti
Berikut ini adalah penjelasan mengenai cara mengidentifikasi latar cerpen Yang Dinanti tersebut yakni sebagai berikut :

Paragraph 1
Latar waktu
Sudah enamkali matahari terbenam, tiga hari ang lalu, sampai hari ini.
Latar tempat
Di balik bukit, jalan setapak di kaki bukit.

Paragraph 2
Latar waktu
Sekarang menjanda, ketika masih bujang dan gadis.
Latar tempat
Dari kampong sawah, dan sekitar itu.
Latar suasana
Istri dilanda kecemasan dan cemburu.

Dan begitulah seterusnya dalam mengidentifikasi latar. Untuk selanjutnya, dapat anda lakukan sendiri dan cobalah sampai anda dapat memahami bagaimana mengidentifikasi latar.
Baca juga Pengertian Cerpen Serta Ciri Dan Unsur Teks Cerpen

Mengabstraksi teks cerpen

Pengertian abstrak
Abstrak adalah ringkasan, ikhtisar, sinopsis, atau inti buah teks atau karangan. Mengabstrak berarti meringkas, mengikhtisar, membuat sinopsis atau menentukan inti sebuah teks. Mengabstraksi juga berarti memilah bagian yang penting dari yang tidak penting. Bagian yang penting inilah kemudian diambil dan disusun sesuai dengan urutannya.

Dengan demikian mengabstraksi teks cerpen berarti meringkas isi atau menentukan inti cerita sesuai dengan alurnya. Perhatikan kembali kutipan teks cerpen sebelumnya. Anda dapat mengabstraksikannya seperti sebagai berikut.

Yang Dinanti
Sebentar lagi akan ketujuh kalinya matahari menghilang, tetapi suaminya belum tampak juga. Ia memang sudah keberatan ketika suaminya dipanggil untuk mengobati pak Marud, ayah murni. Ia tahu bahwa murni, sekarang menjanda, dan suaminya saling mencintai ketika bujang dan gadis. Ataukah hati murni yang minta diobati? Hati yang panas, cemburu, dan amarah yang hebat menyebabkan ia tidak menyadari bahwa laki-laki yang di nantinya sudah berdiri didepan pintu. Tubuhnya tampak lesu. Pakaian lusuh dengan bekas-bekas darah. Muka dan tangannya penuh bekas luka. Lenyaplah marah dan cemburunya melihat keadaan suaminya seperti itu. Ia sering mendengar banjir mendadak karena hujan di hulu. Ia merasa bersyukur suaminya masih bisa pulang dengan selamat meskipun luka-luka.

Demikian pembahasan mengenai mengidentifikasi dan mengabstraksi teks cerpen.