Loading...

Jenis Pembelajaran Pendekatan Inkuiri Menurut Ahli / Pakar

Jenis pembelajaran dengan pendekatan inkuiri menurut para ahli adalah pembahasan utama yang akan dijelaskan secara lengkap dan detail pada artikel dibawah ini. Adapun pokok-pokok yang akan dibahas didalam materi psikologi belajar tentang jenis pendekatan pembelajaran inkuiri yakni sebagai berikut :

1. Jenis Pembelajaran Pendekatan Inkuiri.
2. #4 Jenis Pendekatan Inkuiri lainnya.

Semoga pembahasan ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan anda didalam mengetahui Jenis-Jenis Pendekatan Pembelajaran Inkuiri Menurut Para Ahli / Pakar, serta menjadi portal referensi tugas, skripsi maupun makalah bagi para pelajar di seluruh wilayah tanah air Indonesia maupun mancanegara.
Jenis Pembelajaran Pendekatan Inkuiri

Jenis-Jenis Pembelajaran dengan Pendekatan Inkuiri

Menurut Herdian, pendekatan inkuiri terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan besarnya intervensi guru terhadap siswa atau besarnya bimbingan yang diberikan oleh guru kepada siswanya. Adapun #3 jenis pendekatan inkuiri berdasarkan besarnya intervensi guru terhadap siswa tersebut yaitu sebagai berikut :
    1. Inkuiri terbimbing
    2. Inkuiri bebas
    3. Inkuiri bebas yang dimodifikasi
Dan berikut adalah penjelasan dari ke tiga pendekatan inkuiri tersebut.

1. Inkuiri Terbimbing (Guided Inquiry Approach)
Pendekatan inkuiri terbimbing adalah pedekatan inkuiri saat guru membimbing siswa melakukan kegiatan dengan memberi pertanyaan awal dan mengarahkan kepada suatu diskusi. Guru pun mempunyai peran aktif dalam menentukan permasalahan dan tahap-tahap pemecahannya.

Pendekatan inkuiri terbimbing digunakan bagi siswa yang kurang berpengalaman belajar dengan pendekatan inkuiri. Dengan pendekatan ini, siswa belajar lebih berorientasi kepada bimbingan dan petunjuk dari guru, sehingga ia mampu memahami konsep-konsep pelajaran.
Baca juga Pengertian Pendekatan Inkuiri Menurut Para Ahli / Pakar
Pada pendekatan ini, siswa akan dihadapkan kepada tugas-tugas yang relevan untuk diselesaikan, baik melalui tugas kelompok maupun individual, agar dapat menyelesaikan masalah dan menarik suatu kesimpulan secara mandiri.

Pada dasarnya, selama proses belajar, siswa akan memperoleh pedoman sesuai dengan yang diperlukan. Pada tahap awal, guru banyak memberikan bimbingan. Kemudian, pada tahap-tahap berikutnya, bimbingan tersebut dikurangi, sehingga siswa mampu melakukan proses inkuiri secara mandiri.

Bimbingan yang diberikan dapat berupa pertanyaan-pertanyaan dan diskusi multiarah yang menggiring siswa agar bisa memahami konsep pelajaran. Selain itu, bimbingan dapat pula diberikan melalui lembar kerja siswa yang terstruktur. Selama berlangsungnya proses belajar, guru harus memantau kelompok diskusi siswa, sehingga guru sanggup memberikan petunjuk-petunjuk kepada siswa.

2. Inkuiri Bebas (Free Inquiry Approach)
Pendekatan inkuiri bebas ini digunakan bagi siswa yang telah berpengalaman belajar dengan pendekatan inkuiri. Hal tersebut dikarenakan didalam pendekatan ini, siswa seolah-olah bekerja sebagai seorang ilmuan. Siswa pun diberi kebebasan dalam menentukan permasalahan yang akan diselidiki, menemukan dan menyelesaikkan masalah secara mandiri, serta merancang prosedur atau langkah-langkah yang diperlukan. Selama proses itu, bimbingan dari guru sangat sedikit diberikan bahkan tidak diberikan sama sekali.

Kelebihan metode inkuiri bebas
Pada metode inkuiri bebas, salah satu keuntungan belajar dengan menggunakan metode ini adalah adanya kemungkinan siswa dalam memecahkan masalah open ended, serta mempunyai alternatif pemecahan masalah lebih dari satu cara, karena tergantung cara dalam mengkontruksi jawabannya sendiri. Selain itu, ada kemungkinan siswa bisa menemukan cara dan solusi yang baru atau belum pernah ditemukan oleh orang lain dari masalah yang diselidiki.

Kelemahan metode inkuiri bebas
Belajar dengan metode inkuiri bebas ini mempunyai beberapa kelemahan, antara lain yakni dijelaskan sebagai berikut :

a. Waktu yang diperlukan untuk menemukan sesuatu relatif lama, sehingga melebihi waktu yang sudah ditetapkan dalam kurikulum.
b. Karena diberi kebebasan untuk menentukan sendiri permaslahan yang diselidiki, ada kemungkinan topik yang dipilih siswa diluar konteks yang ada dalam kurikulum.
c. Ada kemungkinan setiap kelompok atau individu mempunyai topik yang berbeda, sehingga guru akan membutuhkan waktu yang lama untuk memeriksa hasil yang yang diperoleh siswa.
d. Karena topik yang diselidiki antara kelompok atau individual berbeda, ada kemungkinan kelompok atau individual lainnya kurang memahami topik yang diselidiki oleh kelompok atau individual tertentu, sehingga diskusi tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.

3. Inkuri Bebas yang Dimodifikasi (Modified Free Inquiry Approach)
Pendekatan inkuri bebas yang dimodifikasi adalah kolaborasi atau modifikasi dari kedua pendekatan inkuiri terbimbing dan pendekatan inkuiri bebas. Meskipun demikian, permasalahan yang dijadikan topik untuk diselidiki tetap diberikan atau mengarahkan acuan kurikulum yang telah ada.

Artinya, dalam pendekatan ini, siswa tidak dapat memilih atau menentukan masalah untuk diselidiki secara sendiri, namun ia belajar dengan pendekatan ini dalam menerima masalah dari gurunya untuk dipecahkan dan tetap menerima bimbingan. Tetapi bimbingan yang diberikan lebih sedikit daripada inkuiri terbimbing dan tidak terstruktur.

Pada pendekatan inkuiri jenis metode ini, guru membatasi memberi bimbingan agar siswa berupaya terlebih dahulu secara mandiri, dengan harapan ia bisa menemukan sendiri penyelesaiannya permasalahannya, maka bimbingan dapat diberikan secara tidak langsung, dengan memberikan contoh-contoh yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi, atau melalui diskusi dengan siswa dalam kelompok lain.


#4 Jenis pendekatan inkuiri lainnya

Selain ketiga jenis pendekatan inkuiri berdasarkan besarnya intervensi guru terhadap siswa tersebut, masih terdapat beberapa jenis pendekatan inkuiri lainnya. Achmad mengemukakan empat jenis pendekatan untuk mengembangkan model inkuiri. Adapun keempat pendekatan tersebut adalah yakni sebagai berikut :

  1. Pendekatan rasional (rational approach)
  2. Pendekatan penemuan murni (pure discovery approach)
  3. Pendekatan penemuan terbimbing (guided discovery approach)
  4. Pendekatan eksperimen (experimental approach).
(Sitiatava Rizema Putra, 2013: Hal 96-100).

Demikian pembahasan mengenai Jenis pembelajaran dengan pendekatan inkuiri menurut para ahli. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka

Sitiatava, Rizema Putra. 2013. Desain Belajar Mengajar Kreatif Berbasis Sains. Yogyakarta: Diva Press.